Minggu, 30 November 2008

Malaikat Berjubah Hitam

Dengan diam ia menikmati kegelapan yang selalu menyelimutinya
Dengan perasaan hampa ia biarkan waktu-waktu berlalubisu
Dengan kesepian ia menunggu cinta yang tak kumnjung datang

begitu kuat rantai itu membelenggunya hingga ia tak bisa lagi membedakan kebebasan
begitu banyak duri yang tertancap di hatinya , hingga ia tak lagi bisa membedakan kawan atau lawan
terlalu sering ia menangis hingga ia tak lagi bisa membedakan luka dari bahagia
terlalu lama ia terkurung hingga ia tak dapat bedakan yang jahat dari yang baik

begitu dalam luka di hatinya hingga ia tak lagi iangat seperti apakah kebahagiaan
begitu sering hancur hatinya hingga ia merasa asing ketika ada seseorang yang hendak menyembuhkannya
hatinya kini telah terserak berantakan menjelma hempasan debu
tak lagi ada yang tersisa

semua kesakitannya telah melebur dalam jiwanya
hanya kehampaan yang mengelabuhi
hingga tak seorngpun akan melihat siapa dia yang sebenarnya



Suarakarta, 01 Agustus 2007

Sri Buana Hendra Dewi

Tidak ada komentar: