Sabtu, 22 Maret 2008

MEMOAR LUKA

Dia menusukku dari belakang

ketika kuundang pada perjamuan makan

malam

Dia menusukku

setelah kuhidangkan puing kesetiaan

setelah sekian malam

kami mendekap kebersamaan

Dia menusukku

pun ketika habis kusuapi

hidangan termahal dari kulkas peradaban

Dia menusukku

pada luka yang sama

pernah dia ciptakan

Dia menusukku

ketika luka itu belum mongering

Dia menusukku

saat baru kubangun lagi

hatiku

Dia menusukku

pada darah yang baru saja membeku

Dia menusukku

Menusukku

Dan menusukku

Bersama seringai yang tergadai

oleh kebasa basian sang pembantai

01.05.05

Tidak ada komentar: