merayap pelan menuju kematian
berpesan tulisan ukiran nisan
berkembara sahut sahutan suara malaikat tuntunan tuhan
hanya sebuah luka goresan saat ku berenang ke tepian
laun waktu hempas kesombongan
larut dalam sebuah kenistaan
derajat niat pangkat berlabuh setan
bertunggal sikap nan kebodohan
seribu sihir menyulap kekayaan
neraka hati tatap di ujung jalan
ukiran nisan masih di depan
di pahat indah di antara kotoran
nyawa dengan indah melayang topan
biarpun petaka melukis kehangatan
deru bising sejumlah kawanan
semasa di dunia berteman setan
beribut tawa neraka tuhan
sesal lalu mengharap ampun tuhan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar