Sabtu, 22 Maret 2008

MENYAMBANGIMU LEWAT MIMPI

Telah diketahui oleh deru tangismu

bahwa aku telah menyambangimu lewat mimpi

Ketika udara menjadi seonggok debu

dan serangga melepas dengkur ibu

Lelapmu menjadi persekutuanku dengan waktu

Bagi sunyi malam adalah tempat

bernaung abadi

menanti mimpi yang membawakan

secangkir kopi,dan senjamu

Memayungi dari cahaya khilaf kita

Lalu mimpimu kuajak berbincang

tentang dirimu

ketika air matamu menjadi tumpuan nadi

dan nafasmu mengantarkan engkau pergi

Masih kutunggu pula lukamu

membagi kado sekian kali

Mengotori kafanku dengan aroma

neraka Hawiyah

Telah diketahui oleh tetesan darah lukamu

Aku telah menyambangimu lewat mimpi

02.05.05

Tidak ada komentar: