Telah diketahui oleh deru tangismu
bahwa aku telah menyambangimu lewat mimpi
Ketika udara menjadi seonggok debu
dan serangga melepas dengkur ibu
Lelapmu menjadi persekutuanku dengan waktu
Bagi sunyi malam adalah tempat
bernaung abadi
menanti mimpi yang membawakan
secangkir kopi,dan senjamu
Memayungi dari cahaya khilaf kita
Lalu mimpimu kuajak berbincang
tentang dirimu
ketika air matamu menjadi tumpuan nadi
dan nafasmu mengantarkan engkau pergi
Masih kutunggu pula lukamu
membagi kado sekian kali
Mengotori kafanku dengan aroma
neraka Hawiyah
Telah diketahui oleh tetesan darah lukamu
Aku telah menyambangimu lewat mimpi
02.05.05

Tidak ada komentar:
Posting Komentar