Sabtu, 22 Maret 2008

-WITHOUTSOUL-

08/06/05

Merenung…

Tak pernah ada rumput hijau tanpa air

kenapa pelangi mesti pula diwarnai

bukankah setiap hati telah

memiliki warna sendiri

dan aroma hujan

selalu saja membius kenangan

terendam dan mengendap

tanpa buih

Merenung.

pandangan itu tetap sama

seperti bulan tanggal lima belas

yang selalu bulat penuh

namun cahayanya masih bulan sabit

Dan selalu saja

remang tercipta pada bulu kudukku

Merenung.

Ada puisi burung Hud bercerita

tentang tujuh buah sungai mengalir

Dan tujuh tingkat singgasana tergadai

Diobral pula tujuh cahaya api

membakar tiap hati

Hanya berbatas satu kata dengan dunia

menukik,dibawa Izroil

Meski bukan kematian benar yang aku takutkan

Tidak ada komentar: