Merenung…
Tak pernah ada rumput hijau tanpa air
kenapa pelangi mesti pula diwarnai
bukankah setiap hati telah
memiliki warna sendiri
dan aroma hujan
selalu saja membius kenangan
terendam dan mengendap
tanpa buih
Merenung.
pandangan itu tetap sama
seperti bulan tanggal
yang selalu bulat penuh
namun cahayanya masih bulan sabit
Dan selalu saja
remang tercipta pada bulu kudukku
Merenung.
tentang tujuh buah sungai mengalir
Dan tujuh tingkat singgasana tergadai
Diobral pula tujuh cahaya api
membakar tiap hati
Hanya berbatas satu kata dengan dunia
menukik,dibawa Izroil
Meski bukan kematian benar yang aku takutkan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar